Selasa 24 Nov 2020 16:48 WIB

Pendukung Partai Republik Ingin Trump Maju di Pilpres 2024

Mayoritas yang disurvei adalah warga kulit putih yang tinggal di pinggiran kota

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
Presiden Donald Trump
Foto: EPA-EFE/JIM LO SCALZO / POOL
Presiden Donald Trump

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Seven Letter Insight telah melakukan survei tentang pilpres Amerika Serikat (AS). Sebanyak 66 persen pemilih Partai Republik menginginkan Donald Trump mencalonkan diri kembali pada pilpres 2024.

Dilaporkan laman Sputnik pada Selasa (24/11), survei tersebut melibatkan 1.500 responden dengan rentang usia antara 45 dan 64 tahun. Mayoritas dari mereka adalah warga kulit putih yang tinggal di pinggiran kota. Dalam survei itu, sebanyak 37 persen responden mengaku sebagai Republikan dan 37 persen Demokrat. Sementara, 26 persen lainnya independen.

Baca Juga

Dari 37 persen pendukung Republik, sebanyak 66 persen di dalamnya menginginkan Trump maju kembali dalam kontestasi pilpres AS 2024. Sementara 38 persen lainnya yang selaras dengan Republik berharap Trump menolak menyerahkan kekuasaan dan tetap bertahan di Gedung Putih.

Dalam survei tersebut, para responden turut ditanya apakah Trump harus mengikuti pemilihan di Mahkamah Agung AS. Sebanyak 63 persen pendukung Republik setuju. Sebanyak 40 persen kalangan independen dan 28 persen Demokrat pun setuju.

Trump diketahui telah berulang kali menyatakan ada kecurangan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara pilpres AS. Meskipun telah mengajukan beberapa tuntutan hukum, banyak dari gugatannya telah ditolak. Survei Seven Letter Insight menemukan bahwa 67 persen dari pendukung Partai Republik mendukung Trump menyerahkan kekuasaannya secara damai kepada Joe Biden.

Sebanyak 77 persen Republikan juga setuju jika Trump membantu membimbing Partai Republik. Sementara itu, 63 persen Republikan ingin Trump berhenti menggunakan Twitter untuk membahas politik. Secara keseluruhan, sebanyak 51 persen responden menyatakan bahwa mereka memilih Biden. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement