Selasa 24 Nov 2020 06:40 WIB

Lima Warga Tebet Kena Covid tak Ikut Maulid Habib Riziek

Tes usap di RW 1 Tebet merupakan permintaan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Rep: Febryan. A/ Red: Teguh Firmansyah
Tenaga medis melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 terhadap warga di Gelanggang Olahraga Tebet, Jakarta, Senin (23/11/2020). Polda Metro Jaya menyelenggarakan bakti sosial penyemprotan cairan disinfektan dan tes cepat atau rapid test COVID-19 karena adanya temuan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dari jemaah Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di kawasan Tebet.
Foto: GALIH PRADIPTA/ANTARA
Tenaga medis melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 terhadap warga di Gelanggang Olahraga Tebet, Jakarta, Senin (23/11/2020). Polda Metro Jaya menyelenggarakan bakti sosial penyemprotan cairan disinfektan dan tes cepat atau rapid test COVID-19 karena adanya temuan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dari jemaah Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di kawasan Tebet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puskemas Kecamatan Tebet telah melakukan uji usap (tes swab) terhadap 97 warga yang tinggal di RW 1, Kelurahan Tebet Timur, sekitar lokasi acara Maulid Nabi yang dihadiri Habib Rizieq Shihab (HRS). Lima di antaranya diketahui sempat mengikuti acara yang menimbulkan kerumunan tersebut. Namun kelimanya dinyatakan negatif Covid-19.

"Yang ikut Maulid, ketika kita tanya, ada lima (orang). Lima (orang) itu negatif," kata Camat Tebet, Dyan Airlangga, di Gelanggang Remaja Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (23/11).

Baca Juga

Adapun 92 lainnya, lanjut Dyan, mengaku tidak mengikuti acara Maulid. Namun, dari 92 orang itu ditemukan lima orang yang positif Covid-19.

"Sedangkan lima yang positif, mereka tidak ikut maulid, kita sudah tanya," kata Dyan.

Dyan menjelaskan, uji usap terhadap warga RW 1 itu dilakukan pada Sabtu (21/11) lalu. Kendati Puskesmas rutin menggelar tes, namun swab di RW 1, kali ini adalah permintaan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Itu warganya kita minta (ikut swab test). Jadi warga RW 01, kita minta pak RW kasih tahu warganya yang mau kita swab. Jadi diambil dari RT ini, RT itu," papar Dyan.

Dyan menambahkan, lima kasus positif di RW 1 itu bukanlah bagian dari 50 kasus positif di Tebet sebagaimana diumumkan Kementerian Kesehatan (Kesehatan). Adapun 50 kasus positif itu, kata dia, merupakan hasil swab test sejak Senin (16/11) hingga Kamis (19/11).

Sebanyak 50 kasus positif itu, lanjut dia, ditemukan setelah mengetes warga Tebet secara acak. Bukan pengetesan khusus bagi warga yang mengikuti acara Maulid.

"50 itu memang acak saja dari warga yang tidak enak badan atau dia habis jalan dari mana gitu," kata Dyan.

Tebet menjadi sorotan dan disebut sebagai klaster baru usai pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab mendatangi acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Majelis Taklim dan Zikir Al-A'faf pimpinan Alhabib Ali bin Abdurahman Assegaf di Tebet Timur pada Jumat (13/11).

Ketika itu, ratusan orang datang sehingga menyebabkan kerumunan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria turut hadir dalam acara itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement