Selasa 17 Nov 2020 11:12 WIB

7 Anak Virginia Dirawat dengan Sindrom Peradangan Covid-19

Kasus sindrom peradangan multisistem dialami anak positif Covid-19 di AS dan Eropa.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Reiny Dwinanda
Ilustrasi Covid-19. Sindrom peradangan multisistem pediatri terjadi pada tujuh anak positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di Virginia, AS, pada Agustus hingga Oktober 2020.
Foto: Pixabay
Ilustrasi Covid-19. Sindrom peradangan multisistem pediatri terjadi pada tujuh anak positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di Virginia, AS, pada Agustus hingga Oktober 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, NORFOLK -- Sebuah rumah sakit di Norfolk, Virginia, Amerika Serikat mengatakan telah merawat tujuh anak dengan kondisi kesehatan yang serius terkait dengan infeksi SARS-CoV-2, yakni virus corona tipe baru yang menyebabkan Covid-19. Anak-anak itu diopname di Rumah Sakit Children’s Hospital of The King’s Daughters dan telah keluar dari perawatan antara Agustus hingga akhir Oktober.

Kondisi yang mengusik penderita Covid-19 cilik ini dikenal sebagai sindrom peradangan multisistem pediatri (MIS-C). Sindrom tersebut memengaruhi berbagai bagian tubuh dan dapat menyebabkan masalah dengan jantung pasien anak-anak dan organ vital lainnya.

Baca Juga

Kebanyakan anak dengan MIS-C mengalami demam yang berlangsung beberapa hari dan gejala seperti mudah marah, sakit perut, dan tangan dan kaki bengkak. Rumah sakit ini membantu rumah sakit lain mempelajari cara menangani kondisi tersebut berdasarkan pengalamannya.

Di seluruh dunia, kondisi ini berakibat fatal bagi sejumlah kecil anak dan remaja. Pejabat federal mengatakan bahwa ada lebih dari 1.100 kasus di seluruh negeri dan 20 kematian.

Ketika pandemi dimulai, anak-anak tampaknya tidak terlalu rentan terhadap virus. Tetapi, lebih banyak anak yang jatuh sakit karena pandemi telah berkembang.

Hampir 300 kasus MIS-C terdeteksi di Amerika Serikat dalam dua riset di The New England Journal of Medicine pada Juni. Sindrom yang sama juga mengusik anak yang kena Covid-19 di Prancis, Spanyol dan Inggris.

Multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) alias sindrom peradangan multisistem pada anak mempunyai gejala yang sama dengan syok toksik dan penyakit Kawasaki. Pengidapnya mengalami demam, ruam, pembengkakan kelenjar, dan pada kasus parah dapat terjadi peradangan jantung.

"Keadaan konsisten yang muncul akibat sindrom terjadi dua sampai empat pekan setelah infeksi virus corona," kata profesor pediatri dan kesehatan anak internasional di Imperial College London, Michael Levin, dalam editorial bersama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement