Selasa 17 Nov 2020 01:35 WIB

Miliki Peta Digital, Muba Siap Ubah Budaya Kerja

Muba berupaya memangkas birokrasi berbelit dalam memberikan pelayanan

Rep: Amri Amrullah/ Red: Gita Amanda
Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin berharap inovasi yang dilakukan Pemkab bisa memudahkan pelaku usaha berinvestasi.
Foto: Pemkab Musi Banyuasin
Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin berharap inovasi yang dilakukan Pemkab bisa memudahkan pelaku usaha berinvestasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan (Sumsel) baru saja meresmikan Gedung Pelayanan Publik dan Prototipe Peta Digital Investasi Terintegrasi. Dua terobosan itu diharapkan menjadi momentum perubahan budaya kerja.

Peresmian dilakukan oleh Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa secara virtual, Senin (16/11). "Ini adalah wujud perubahan budaya kerja, yang memangkas birokrasi yang berbelit dalam memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada publik,” ujar Diah dalam keterangan pers KemenPANRB kepada wartawan.

Baca Juga

Diah mengapresiasi langkah yang diambil oleh Pemkab Musi Banyuasin. Menurutnya, langkah ini adalah salah satu upaya merebut kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah melalui transformasi kinerja dan pelayanan yang lebih baik.

Kedepannya, Diah berharap Gedung Pelayanan Publik dan peta digital investasi terus dikembangkan, disebarluaskan, dan melibatkan peran masyarakat. “Banyak program dan aplikasi baru yang memadukan teknologi, kebijakan publik, dan unsur adat lokal untuk menjawab kebutuhan masyarakat setempat,” ujar Guru Besar Universitas Sriwijaya tersebut.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin menjelaskan, Gedung Pelayanan Publik merupakan sarana yang harus dimiliki untuk memberi layanan nyaman dan aman, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Inovasi ini diharapkan dapat memudahkan para pelaku usaha untuk berinvestasi di Kabupaten Musi Banyuasin dan mampu memacu pertumbuhan ekonomi yang positif baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA). “Juga diharapkan dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan aktivitas penanaman modal dan terbuka lebar sebagai daerah dengan tujuan investasi,” jelas Dodi.

Sementara Peta Digital Investasi menampilkan informasi potensi dan peluang investasi di Kabupaten Musi Banyuasin. Rencananya, inovasi tersebut akan diintegrasikan dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kebijakan Satu Peta atau One Map Policy.

Layanan tersebut dapat diakses secara daring oleh masyarakat, pelaku usaha, dan investor yang berminat menanamkan modal di Kabupaten Musi Banyuasin. Sebagai kepala daerah, ia meminta jajarannya tidak cukup puas dengan ragam prestasi dan capaian.

Dia juga berterima kasih kepada para pelaku usaha yang telah bekerja sama secara berkesinambungan, sehingga para pelaku usaha mikro merasa terbantu dalam usahanya. “Karena masih banyak tantangan kedepan yang harus kita hadapi dalam mewujudkan Muba (Musi Banyuasin) Maju Berjaya 2022,” tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement