Senin 09 Nov 2020 18:00 WIB

ASDP Segera Operasikan 4 Kapal Perintis Baru

Kapal perintis akan dioperasikan di Danau Toba, Danau Matano, dan Danau Towuti.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) segera mengoperasikan empat kapal perintis baru yang ditargetkan rampung pembangunannya pada tahun anggaran 2020. Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan salah satunya yakni KMP Takabonerate berukuran 500 GT yang sudah selesai dibangun.
Foto: Humas Ditjen Hubla
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) segera mengoperasikan empat kapal perintis baru yang ditargetkan rampung pembangunannya pada tahun anggaran 2020. Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan salah satunya yakni KMP Takabonerate berukuran 500 GT yang sudah selesai dibangun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) segera mengoperasikan empat kapal perintis baru yang ditargetkan rampung pembangunannya pada tahun anggaran 2020. Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan salah satunya yakni KMP Takabonerate berukuran 500 GT yang sudah selesai dibangun.

“ASDP menyatakan kesanggupannya dalam mengoperasikan empat kapal perintis baru yang dibangun Kementerian Perhubungan, di mana keempatnya ditarget rampung pada tahun anggaran 2020 ini,” kata Shelvy dalam pernyataan tertulisnya, Senin (9/11).

Baca Juga

Untuk ketiga kapal perintis baru lainnya yaitu KMP jenis Roro berukuran 200 GT yang dioperasikan di Danau Toba, Danau Matano, dan Danau Towuti. Sementara itu, kapal jenis Roro yakni KMP Takabonerate akan beroperasi untuk Kepulauan Selayar.

Shelvy memastikan, ASDP terus mendukung layanan angkutan penyeberangan perintis untuk menghubungkan daerah satu dengan lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengembangan di wilayah tersebut.

“Apalagi, tahun ini ASDP meraih kontrak subsidi perintis senilai Rp 377 miliar yang ditargetkan dapat melayani 187 lintasan perintis di seluruh Indonesia dengan 73 unit kapal dan 76.654 trip,” jelas Shelvy.

Dia memastikan, angkutan penyeberangan perintis menjadi salah satu moda transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat. Shelvy menilai, layanan tersebut juga menjadi jalan pembuka terisolasinya suatu daerah untuk menghubungkan daerah satu dengan lain guna meningkatkan perkembangan wilayah. 

“Layanan perintis ASDP di sejumlah wilayah menjadi andalan dan selalu dinantikan. Tidak hanya mendukung konektivitas dan logistik, tetapi juga menjadi penunjang destinasi pariwisata di Indonesia,” jelas Shelvy.

Sebelumnya pada Rabu (4/11), Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi hadir di Galangan Kapal PT Industri Kapal Indonesia (IKI), Makassar, Sulawesi Selatan untuk peluncuran KMP Takabonerate yang akan melayani Kabupaten Selayar. KMP Takabonerate senilai Rp 34,5 miliar tersebut memiliki kapasitas penumpang 265 orang dan ABK 18 orang.

Sementara Kapal Roro 500 GT yang sedang dibuat untuk lintas Kaledupa- Tomia-Binongko bernilai kontrak Rp 39,3 miliar, Kapal tersebut mampu mengangkut 265 orang penumpang dan 18 ABK.

Budi mengatakan, pada 2020, Kemenhub akan berhemat. “Kami tidak membangun kapal lagi karena kami akan beralih ke buy the service,” ujar Budi.

Selain itu, Budi mengatakan saat ini Ditjen Perhubungan Darat juga sudah menghadirkan Direktorat Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (TSDP). Dengan begitu, Budi memastikan Kemenhub cukup masif membangun dermaga sungai dan danau.

“Kami akan konsentrasi untuk penyeberangan sungai dan danau ini,” tutur Budi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement