Rabu 21 Oct 2020 10:04 WIB

Wiku: Perkembangan Kasus Covid di Sejumlah Daerah Membaik

Jubir Satgas mengatakan perkembangan kasus Covid-19 di sejumlah daerah membaik.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bayu Hermawan
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di sejumlah daerah di Jawa, Bali, NTT, dan NTB kini semakin membaik untuk kasus positif mingguan. Namun, ada juga daerah yang perkembangannya mengarah ke kurang baik.

"Di Pulau Jawa, Bali, NTT, dan NTB mengalami perkembangan signifikan ke arah yang baik untuk kasus positif mingguan," ujar Wiku saat konferensi pers.

Baca Juga

Wiku mengatakan, perkembangan penanganan di 34 provinsi kali ini dilakukan dengan memberikan peringkat rangking untuk melihat kasus positif, kasus sembuh, dan kasus meninggal dalam dua pekan sebelumnya. Dalam memberikan rangking, pada grafik dibedakan berdasarkan warna.

Hijau muda adalah provinsi dengan peringkat stabil baik, merah muda stabil kurang baik, hijau tua provinsi dengan perkembangan signifikan ke arah yang lebih baik, dan merah tua signifikan ke arah kurang baik. Dari urutan peringkat, Wiku menjelaskan untuk kasus positif dan meninggal, semakin tinggi peringkat artinya perkembangannya kurang baik. Dan untuk kasus sembuh, semakin tinggi peringkat maka perkembangannya semakin baik.

Wiku memerinci, Provinsi Jawa Barat berhasil menekan kasus positif dari peringkat 34, sempat naik menjadi peringkat 2 dan kembali menekan kasus hingga peringkat 33. Sedangkan Bali dari peringkat 9 menjadi 30. Dan Provinsi DKI Jakarta mengalami perkembangan kasus positif yang cukup stabil.

"Artinya, DKI Jakarta dapat menekan angka kasusnya sehingga berada di peringkat bawah, dari 23 menjadi 34 dan bertahan di peringkat 34 pada tanggal 18 Oktober," jelasnya.

Namun, Wiku menyebut terdapat provinsi dengan perkembangan kasus positif yang stabil kurang baik. Yakni Jawa Tengah yang berada pada peringkat 11 di 4 Oktober dan naik menjadi peringkat 1 dan menjadi peringkat 6 pada 18 Oktober. Sementara itu, NTB mengalami perkembangan signifikan ke arah kurang baik.

"Untuk kasus sembuh secara umum di Jawa cenderung stabil dan mengalami peningkatan. Bali berhasil mempertahankan peringkat untuk selalu berada di 20 besar peningkatan kesembuhan terbanyak," ujar Wiku.

Wiku mengatakan, terdapat empat provinsi dengan perubahan signifikan ke arah lebih baik, yakni Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta. Sementara itu, kasus meninggal di Pulau Jawa cenderung mengalami perbaikan. NTB dan Bali berada pada peringkat yang cukup stabil baik.

Sedangkan, Jawa Timur dan Jawa Barat mengalami perubahan signifikan ke arah yang lebih baik, yang sebelumnya peringkat 10 besar pada 4 Oktober kemudian berhasil menekan kasus meninggalnya dan berada di peringkat di bawah 30 pada 18 Oktober. 

"Namun perhatian perlu diberikan pada Jawa Tengah dan Banten mengalami perubahan signifikan ke arah yang kurang baik. Jawa Tengah sempat di peringkat 34 menjadi peringkat 1 kasus meninggal. Banten dari peringkat 32 melonjak peringkat ke 3," katanya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement