Kamis 24 Sep 2020 05:37 WIB

Puan: Revolusi Mental Belum Selesai

Ketua DPR Puan Maharani menegaskan revolusi mental belum selesai.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan Maharani
Foto: DPR RI
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan Maharani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR Puan Maharani menegaskan, gerakan Revolusi Mental belum selesai. Puan menilai gerakan Revolusi Mental penting khususnya bagi generasi muda dan sebagai syarat bangsa Indonesia mampu mencapai kemajuan dan sanggup menghadapi berbagai tantangan.

"Saya tegaskan kembali bahwa Revolusi Mental masih terus berjalan, Revolusi Mental belum selesai," kata Puan, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/9).

Baca Juga

Puan mengatakan pada 1957, Presiden Pertama RI Soekarno memperkenalkan konsep Revolusi Mental kepada bangsa Indonesia. Pada saat itu, menurut dia, Bung Karno mengatakan Revolusi Mental adalah gerakan hidup baru untuk menggembleng manusia Indonesia menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, dan berjiwa api.

"Lalu 57 tahun kemudian atau pada tahun 2014, Indonesia diingatkan kembali tentang pentingnya konsep Revolusi Mental untuk diterapkan secara nyata," ujarnya.

Puan menilai, Revolusi Mental adalah gerakan nasional yang menekankan pada tiga nilai utama yaitu integritas, etos kerja, dan gotong royong. Menurutnya, dengan mewujudkan Revolusi Mental, sejatinya masyarakat sedang mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan Revolusi Mental untuk menghadapi tantangan globalisasi budaya, informasi tidak terkendali atau hoaks, tergerusnya nilai-nilai luhur, ancaman terhadap keutuhan bangsa dan Negara, hingga menghadapi persoalan pandemi Covid-19.

Puan menyampaikan apresiasi terhadap Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang melanjutkan pelaksanaan Gerakan Revolusi Mental.

"Usia Gerakan Nasional Revolusi Mental tidak boleh terbatas pada umur jabatan sebuah pemerintahan namun harus dilaksanakan oleh seluruh komponen bangsa secara terus menerus. Gerakan Revolusi Mental harus dilaksanakan mulai dari diri sendiri, ke keluarga, dan meluas ke lingkungan sekitar," katanya.

Karena itu, menurutnya sejak dirinya masih menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, sudah menegaskan bahwa Revolusi Mental bukan sekadar program pemerintah yang biasa, melainkan harus menjadi sebuah Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Puan mengatakan, saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19 sehingga membutuhkan Revolusi Mental untuk menghadapinya dalam bentuk percepatan perubahan perilaku, disiplin protokol kesehatan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement