Kamis 25 Jun 2020 17:46 WIB

PT Inti Kucurkan Dana Bantu UMKM Bertahan di Tengah Pandemi

UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3 persendari total PDB Indonesia

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Hiru Muhammad
PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) menggulirkan dana sebesar Rp 510 juta melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) untuk 11 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan.
Foto: PT inti
PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) menggulirkan dana sebesar Rp 510 juta melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) untuk 11 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau INTI menggulirkan dana sebesar Rp 510 juta melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) untuk 11 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Perusahaan. Dana tersebut merupakan alokasi biaya bergulir yang digunakan agar UMKM tersebut dapat tetap menjalankan usahanya di tengah musim pandemi.

“Mitra binaan PT INTI ini harus beradaptasi dan responsif menangkap peluang di tengah pandemi, untuk itu PT INTI memberikan dana bergulir tersebut," ujar Direktur Utama INTI Otong Iip dalam siaran pers yang diterima //Republika// di Jakarta, Kamis (25/6).

Otong menyampaikan sektor UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Dari total jumlah UMKM yang mencapai 64,2 juta unit itu, sendi utama perekonomian nasional itu mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja dan 99 persen dari total lapangan kerja.

Kata Otong, melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), PT INTI berupaya mendukung hal tersebut, sekaligus mendorong tercapainya kemapanan ekonomi pedesaan, ketahanan pangan, dan peningkatan infrastruktur daerah yang menjadi prioritas utama pemerintah.

"Sebab, di masa transisi pasca pandemi Covid-19 ini, UMKM membutuhkan banyak dukungan agar kembali mengeliat," kata Otong.

Otong mengatakan dukungan terhadap sektor UMKM melalui pemberian pinjaman bergulir pada kelompok usaha kecil itu telah dirintis sejak 1992 oleh PT INTI. Upaya tersebut pun kemudian diperkuat melalui pembentukan unit PKBL INTI yang disahkan berdasar Peraturan Menteri BUMN No PER.05/MBU/2007 dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil dalam pengembangan usaha serta pemberdayaan masyarakat.

Otong menyebut hingga 31 Mei 2020, telah tercatat sebesar Rp 66,670 miliar dana yang tersalur untuk 4.798 usaha kecil dengan jumlah kontrak perjanjian mencapai 4.809 kontrak, meliputi sektor industri, perdagangan, perikanan, pertanian, peternakan, peternakan, dan jasa. Selain bantuan pinjaman usaha, INTI pun memberi pelatihan dan fasilitas pameran pada mitra binaan untuk meningkatkan cakupan pemasaran dan kemampuan manajemennya.

Sementara untuk pos bina lingkungan, INTI telah menyalurkan Rp 2,29 miliar yang dialokasikan untuk bantuan bencana alam, pendidikan, sarana umum, sarana ibadah, kesehatan masyarakat, pemberian makanan tambahan bayi untuk peningkatan gizi, dan pelestarian alam."Pengelolaan PKBL INTI telah terimplementasi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan melalui proses audit oleh auditor independen," ucap Otong. 

Otong menambahkan, dukungan terhadap itupun terealisasi lewat akumulasi dana yang diterima dari alokasi penyisihan laba BUMN Pembina sebesar Rp 19,96 miliar dengan pembagian sebesar Rp 11,837 miliar. Sementara sisanya sebesar Rp 2,128 miliar tersalurkan selama periode untuk program bina lingkungan.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement