Imbauan Sholat Id di Rumah Juga Berlaku untuk Muslim Inggris

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Selasa 19 May 2020 12:09 WIB

Muslim Inggris juga diimbau melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah.Ilustrasi sholat. Foto: REPUBLIKA Muslim Inggris juga diimbau melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah.Ilustrasi sholat.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Umat Muslim di Inggris diminta merayakan Idul Fitri di rumah saja. Dewan Muslim Inggris (MCB) bahkan mengimbau umat Muslim merayakan Idul Fitri secara virtual berhubung untuk menjaga jarak sosial yang diterapkan selama pandemi virus Corona.  

Ini menjadi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana perayaan Idul Fitri ditandai dengan sholat id berjamaah di masjid dan dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah keluarga dan teman. 

Baca Juga

Namun karena pandemi, masjid-masjid di Inggris telah ditutup selama sembilan pekan. Bahkan umat Muslim pun telah diminta untuk menghabiskan Ramadhan di rumah saja selama masa penguncian wilayah.  

Dewan Muslim Inggris pun telah membuat pedoman bagi umat Muslim Inggris tentang merayakan hari raya Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19.  

Kepala Urusan Publik Dewan Muslim Inggris, Miqdaad Versi, mengungkapkan kesedihannya karena tidak bisa merayakan Idul Fitri secara bersama-sama.   

"Biasanya umat Islam akan ada di masjid. Masjid-masjid penuh orang sejak pagi, dan rumah penuh berkumpul keluarga besar, teman-teman semuanya bersama. Jadi dari sudut pandang agama, itu sangat sulit. Setiap tahun orang pergi ke masjid dan ambil bagian dalam hak yang sangat penting ini. Bagi sebagian orang menjadi keharusan, bagian dari keyakinan. Dan saat ini itu tak mungkin terjadi," kata Miqdaad Versi seperti dilansir BBC pada Selasa (19/5).   

Sementara itu Imam Senior Masjid Makkah di Leeds yang juga menjabat Dewan Penasihat Masjid Nasional, Qari Muhammad Asim, mengatakan ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah bahwa Muslim di Inggris tidak akan melaksanakan sholat Id secara berjamaah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.  

"Ini sesuatu yang tak terpikirkan enam bulan lalu, tapi hari ini yang tak terpikirkan itu menjadi kenyataan. Sholat Idul Fitri adalah sesuatu yang dinantikan orang sepanjang hari. Ini sangat menyedihkan bagi kami. Kami harus melakukan banyak pengorbanan spiritual selama Ramadhan dan itu akan berlanjut pada hari raya," tutur Asim.   

Sementara itu pengurus Masjid Khizra di Cheetham Hill, Manchester Utara, Sajjad Amin mengatakan perayaan hari raya idul Fitri dibawah penguncian wilayah akan menjadi sangat sulit.   

"Itu sesuatu yang kita semua lakukan sejak masih anak-anak, apalagi pergi ke masjid saat malam hari untuk berbuka puasa, atau untuk sholat. Jadi meski ada kekecewaan besar Idul Fitri dalam penguncian, tapi itu sesuatu yang sudah kami lalui sepanjang Ramadhan. Itu sulit tapi kami terbiasa dengan itu," katanya.  

Dewan Muslim Inggris sendiri telah mengeluarkan panduan bagi Muslim yang tinggal di Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, dan Wales. Panduan itu juga mencerminkan saran Pemerintah di setiap negara. Namun untuk di seluruh Inggris, umat muslim telah diminta merayakan Idul Fitri secara virtual, dan berbagi hadiah melalui daring.  

"Belum pernah terjadi sebelumnya, dan inn akan menjadi kesedihan besar di seluruh negeri. Komunitas Muslim akan beradaptasi dan menemukan cara terbaik untuk merayakannya sambil menyelaraskan dengan pedoman baru," kata Sekjen Dewan Muslim Inggris, Harun Khan.   

Sementara pada awal Ramadhan lalu, Sekretaris Kesehatan Inggris, Matt Hancock berterimakasih kepada komunitas Muslim Inggris yang telah menangguhkan pelaksanaan ibadah sholat Jumat dan mematuhi penggunaan kebijakan penguncian wilayah.

 

Terpopuler