Kamis 07 May 2020 14:04 WIB

Benarkah Thaha dan Yasin Adalah Nama-Nama Rasulullah?

Huruf-huruf terputus yang biasanya menjadi pembuka surah-surah dalam Alquran.

Umat muslim membaca Alquran di sebuah Masjid di Peshawar, Pakistan, Senin (4/5). Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan menetapkan masa lockdown akibat pandemi COVID-19 ditengah bulan suci Ramdan namun tidak berdampak pada aktivitas beribadah seperti membaca Alquran untuk mendapatkan pahala.
Foto: EPA-EFE/ARSHAD ARBAB
Umat muslim membaca Alquran di sebuah Masjid di Peshawar, Pakistan, Senin (4/5). Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan menetapkan masa lockdown akibat pandemi COVID-19 ditengah bulan suci Ramdan namun tidak berdampak pada aktivitas beribadah seperti membaca Alquran untuk mendapatkan pahala.

REPUBLIKA.CO.ID, Ada beberapa huruf yang menjadi pembuka di dalam Alqur'an. Huruf-huruf tersebut masih diambil dari bahasa Arab. Diantaranya adalah Thaha dan Yasin. Hanya saja, ada pendapat di kalangan masyarakat yang mengungkap jika Thaha dan Yasin adalah bagian dari nama Nabi Muhammad SAW. 

Ustaz Bachtiar Nasir dalam konsultasi agama yang dimuat Harian Republika menjelaskan, Thaha dan Yasin bukanlah nama dari nama-nama Nabi Muhammad SAW, tetapi huruf-huruf terputus yang biasanya merupakan pembuka surah-surah dalam Alquran.

Itu juga disebut sebagai salah satu jenis ijaz atau mukjizat Alquran secara bahasa. Jadi, meski huruf-huruf tersebut adalah abjad Arab dan digunakan untuk berkomunikasi, orang tak akan dapat membuat hal serupa dengan Alquran.

Hal ini menegaskan, Alquran itu diturunkan oleh Allah SWT. Imam Ibnu al-Qayim dalam kitabnya, Tuhfatul Maudud, menjelaskan, apa yang disebutkan oleh orang awam bahwa Thaha dan Yasin termasuk dalam nama-nama Nabi Muhammad, tidaklah benar. Tak ada keterangannya dalam hadis sahih, hasan, dan hadis mursal atau atsar sahabat.

Thaha dan Yasin sama dengan huruf-huruf, seperti alif lam mim, ha mim, alif lam mim ra, alif lam ra, dan lain-lainnya. Syekh Muhammad al-Amin al-Syinqithi dalam kitabnya Adhwa` al-Bayan ketika menafsirkan surah Thaha menjelaskan, pendapat yang kuat adalah Thaha termasuk huruf-huruf terputus yang ada di awal surah-surah dalam Alquran.

Pandangan tersebut dikuatkan fakta bahwa tha dan hayang disebutkan dalam pembukaan surat ini juga disebutkan di tempat-tempat lain dalam Alquran. Tidak ada perbedaan pendapat dan ditegaskan bahwa semuanya itu adalah huruf-huruf yang terputus.

Syekh Sa'di dalam tafsirnya juga menjelaskan, Thaha termasuk ke dalam huruf-huruf terputus yang biasanya terdapat dalam awal-awal surah di Alquran dan bukan termasuk nama-nama Nabi Muhammad. 

sumber : Pusat Data Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement