Ahad 19 Apr 2020 19:06 WIB

Riau Targetkan Laboratorium Uji Swab Beroperasi Besok

Lab uji swab di Pekanbaru, Riau, akan mempersingkat waktu pengujian pasien Covid-19.

Pemerintah Provinsi Riau menargetkan lab biomolekuler untuk menguji swab pasien Covid-19 secara mandiri bisa beroperasi pada Senin (20/4). Alat yang diimpor dari Singapura sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta Tangerang untuk segera dikirim ke Pekanbaru melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK).
Foto: Antara/Septianda Perdana
Pemerintah Provinsi Riau menargetkan lab biomolekuler untuk menguji swab pasien Covid-19 secara mandiri bisa beroperasi pada Senin (20/4). Alat yang diimpor dari Singapura sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta Tangerang untuk segera dikirim ke Pekanbaru melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK).

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi Riau menargetkan lab biomolekuler untuk menguji swab pasien Covid-19 secara mandiri bisa beroperasi pada Senin (20/4). Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliana Nazir mengatakan persiapan lab tersebut tinggal sedikit lagi rampung.

Alat yang diimpor dari Singapura sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta Tangerang untuk segera dikirim ke Pekanbaru melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK).

Baca Juga

“Sekarang (alat) sudah di kargo Bandara Soeta, besok pagi teknisi datang dan langsung menjemputnya di terminal kargo Bandara SSK. Insya Allah Senin sudah selesai semuanya,” ujar Mimi, Ahad (19/4).

Lab biomolekuler Riau berlokasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Kota Pekanbaru. Keberadaan lab tersebut sangat penting karena selama ini penanganan Covid-19 di Riau dalam hal pengujian sampel swab pasien masih bergantung pada lab Balitbangkes Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Sebelumnya, Juru Bicara COVID-19 Riau dr Indra Yovi menjelaskan lab tersebut direncanakan bisa menguji berkisar 60 hingga 100 sampel swab sehari. Sehingga keberadaan lab ini bisa memangkas waktu tunggu pasien yang sebelumnya sangat lama.

"Kerja kita lebih efisien karena mengurangi penggunaan alat pelindung diri atau APD tenaga medis,” katanya.

Penanggulangan Covid-19 di Riau yang kekurangan sarana pengetesan Covid-19 berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction) membuat jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) terus bertambah. Mereka rata-rata harus melalui isolasi di rumah sakit hingga 14 hari untuk memastikan kondisinya. Hal ini karena sampel swab pasien harus dikirim ke Jakarta untuk diteliti dan daftar antrean sangat panjang.

Bahkan, ada PDP sudah meninggal dunia hingga kini belum keluar hasil tes swab di Jakarta. Jumlah PDP yang meninggal di Riau berdasarkan data Dinas Kesehatan hingga Ahad ada 33 orang. Namun baru empat orang yang hasil swabnya diketahui positif Covid-19.

Jumlah PDP yang kini masih dirawat ada 151 orang dan menunggu hasil uji swab. Sedangkan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Riau berjumlah 30 orang, dengan yang sudah sehat ada sembilan orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement