Jumat 10 Apr 2020 11:44 WIB

Mustahik Perkotaan Terkena Dampak Covid-19 Lebih Parah

Masyarakat kehilangan sumber pendapatan.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Agus Yulianto
Direktur Keuangan Inklusif Syariah Dana Sosial Keagamaan dan Keuangan Mikro Syariah KNKS Ahmad Juwaini
Foto: KNKS
Direktur Keuangan Inklusif Syariah Dana Sosial Keagamaan dan Keuangan Mikro Syariah KNKS Ahmad Juwaini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wabah Covid-19 berdampak lebih signifikan pada mustahik yang tinggal di perkotaan. Direktur Bidang Keuangan Inklusif, Dana Sosial Keagamaan dan Keuangan Mikro Syariah KNEKS, Ahmad Juwaini menyampaikan, ini jelas karena segala aktivitas berpusat di kota.

"Ketika ada pembatasan, yang paling terkena dampak adalah yang tinggal di kota," kata dia pada Republika.

Masyarakat kehilangan sumber pendapatan, mulai dari kehilangan pekerjaan atau usahanya terkendala kehilangan pasar. Ahmad mengamati, banyak yang akhirnya lari atau pulang ke desa masing-masing untuk bisa bertahan.

Sebagian besar mustahik di kota berasal dari desa-desa. Sehingga, saat mereka kehilangan mata pencaharian di kota, mereka akan kembali ke kampung halamannya.

Setidaknya, jika berada di desa mereka bisa bertahan karena pasokan kebutuhan bisa lebih mudah di dapat. Sedangkan di kota ada kekhawatiran bahan pangan menjadi mahal, juga tidak ada hal lain yang bisa dikerjakan.

"Meski pun sebenarnya bantuan akan lebih mudah di dapat di perkotaan, karena dekat dengan otoritas dan LAZ juga banyak di kota-kota," kata Ahmad.

Ia menambahkan, lembaga zakat sudah selayaknya lebih banyak menyalurkan zakat di tempat yang lebih membutuhkan. Tanpa mengenyampingkan setiap kemungkinan yang ada.

Di pedesaan, masyarakat yang pulang kampung ini bisa jadi pasar baru atau potensi baru. Mereka bisa membangun bisnis baru di desa, memanfaatkan keahlian mereka untuk mengembangkan pedesaan.

Ahmad menyampaikan, meski ada imbauan untuk tidak mudik, saat ini sudah banyak yang akhirnya pulang kampung. Jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu. Sehingga mau tidak mau, tetap harus ada solusi untuk membuat kondisi jadi lebih baik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement