Senin , 03 April 2017, 15:35 WIB

Revisi Undang-Undang ASN

Pengirim : M Harry Mulya Zein

Revisi UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) telah diajukan DPR kepada Pemerintah. Terkandung maksud agar di dalam UU tersebut memuat salah satu pasalnya perihal pengangkatan Tenaga Honorer Kategori II, yang jumlahnya sekitar 439 ribu orang.

Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinetnya beberapa waktu lalu yang menyatakan agar diambil langkah-langkah kebijakan operasional kepada menteri yang terkait soal distribusi penempatan PNS, sehingga PNS dari segi jumlah tidak menumpuk pada satu daerah tertentu saja.

Selain itu, usulan revisi penghapusan pasal-pasal dalam UU ASN terkait kewenangan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Ke depannya, KASN tidak lagi berwenang melakukan pengawasan terhadap sistem merit.

Alasan pembubaran KASN menurut Ketua Baleg DPR, ada banyak lembaga pengawasan yang tidak jelas dan duplikasi tugas dan fungsinya. Sehingga DPR memandang perlu merumuskan ulang dan mengintegrasikan fungsi lembaga pengawasan dalam satu institusi secara terpadu. Upaya DPR ini ada benarnya, tetapi tugas KASN berdasarkan UU ASN sangat berbeda dengan lembaga pengawasan lainnya.

Menurut UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 25 ayat (1), Presiden selaku pemegang kekuasan tertinggi dalam kebijakan, pembinaan profesi, dan manajemen ASN. Sehingga sangat diperlukan penguatan peran dan fungsi KASN dalam melakukan pengawasan sistem merit.

Terkait dengan pengangkatan tenaga honorer, cukup diatur oleh Peraturan Pemerintah (PP), sebagaimana yang pernah dikeluarkan PP No 48 Tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer kategori I menjadi CPNS. Sehingga apabila DPR bersama pemerintah berencana akan melakukan pengangkatan tenaga honorer kategori II untuk pijakan dasar hukumnya, cukup diatur dalam peraturan pemerintah tanpa harus melakukan revisi UU ASN.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon kepada Bapak Presiden kiranya berkenan mempertimbangkan untuk tidak membubarkan KASN sebagai lembaga pengawasan sistem merit.

0 KOMENTAR

 

Kirim Suara Pembaca

Silakan kirim suara pembaca melalui form berikut ini.Tidak semua surat yang masuk ditayangkan di ROL. Redaksi mengutamakan surat yang ditulis dengan baik disertai identitas yang jelas, berupa foto diri dan scan KTP/kartu identitas lain.Semua kolom harus diisi.