Rabu , 11 March 2015, 11:21 WIB

Haruskah Kurikulum Pendidikan Diganti?

Pengirim : Dwi L.Nur Hayati
Gedung sekolah (ilustrasi)

Berdasarkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 179342/MPK/KR/2014, tentang penghentian Kurikulum 2013 memutuskan pada poin 1 yaitu menghentikan pelaksanaan kurikulum 2013, bagi sekolah yang baru menerapkan satu semester dan kembali menggunakan kurikulum 2006. Karena berbagai konsep yang terdapat di kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam kurikulum 2006, seperti penilaian otentik dan pembelajaran tematik terpadu.
   
Kurikulum pendidikan merupakan elemen penting bagi keberhasilan proses pendidikan. Kualitas anak didik akan sangat dipengaruhi oleh kurikulum yang diterapkan. Pada dasarnya tujuan utama pendidikan adalah untuk mencetak insan bertakwa dan mampu menyelesaikan permasalahan hidupnya dengan ilmu yang dimiliki. Ketika kurikulum pendidikan dijauhkan dari nilai-nilai agama maka  akan melahirkan generasi yang lemah. Seperti kasus bunuh diri remaja yang terjadi di Pancoran Jakarta Selatan pada tanggal 14 Januari 2015. Diduga frustasi karena kurang kasih sayang.
   
Sekarang, kurikulum 2006 atau 2013 yang akan diterapkan yang tetap harus diperhatikan adalah penyatuan antara keimanan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap mata pelajaran. Sehingga mampu mencetak peserta didik yang bertakwa dan handal dalam sain teknologi. Hal ini bukan hanya tugas orang tua dan sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab negara untuk memfasilitasi pelaksanaan pendidikan dan mencegah hal-hal yang akan menghancurkan generasi seperti peredaran narkoba, media porno dan aksi kekerasan. Hanya dengan kurikulum yang berlandas keimanan, output pendidikan yang berkualitas akan teraih.

0 KOMENTAR

 

Kirim Suara Pembaca

Silakan kirim suara pembaca melalui form berikut ini.Tidak semua surat yang masuk ditayangkan di ROL. Redaksi mengutamakan surat yang ditulis dengan baik disertai identitas yang jelas, berupa foto diri dan scan KTP/kartu identitas lain.Semua kolom harus diisi.