Jumat , 27 Februari 2015, 14:08 WIB

Kerusakan Generasi Buah Sistem Rusak

Pengirim : Siti Wachidatun, S.Pd
Tawuran mahasiswa (Ilustrasi)

Kerusakan generasi semakin hari semakin parah bak bola salju yang terus membesar. Hal yang menambah keprihatinan adalah sebagian besar krisis moral terjadi pada anak-anak yang mengenyam bangku pendidikan, bahkan anak-anak berprestasi baik akademik maupun non akademik. Seperti yang terjadi pada kasus beredarnya foto selfie porno milik siswi SMK Negeri di Jember, dan kasus mahasiswa peraih medali emas PON yang memperkosa gadis berusia 16 tahun. Celakanya, semakin banyak kasus bukannya semakin serius ditangani tapi justru seolah dianggap sebagai hal yang biasa atau lumrah terjadi.
   

Ini membuktikan gagalnya negeri ini mencetak output generasi yang bermoral. Ini bukan semata-mata kesalahan sistem pendidikan. Ada 3 pilar penjaga generasi dari kerusakan moral yaitu ketakwaan indvidu, kontrol masyarakat, dan kebijakan negara. Ketakwaan individu dipupuk dengan  pendidikan agama dan moral yang memadai oleh orangtua dan institusi pendidikan. Masyarakat pun turut menciptakan lingkungan yang kondusif dengan kontrol sosial yang ada. Negara berperan melibas tuntas segala hal yang mampu merusak moral generasi.

Sayangnya, dalam sistem saat ini ketiga pilar ini tidak berfungsi baik. Sistem rusak bernama demokrasi-liberal ini telah merusak generasi dengan salah satu pilar kebebasannya yaitu kebebasan bertingkah laku. Sudah saatnya kita campakkan sistem yang rusak dan merusak tersebut dan menggantinya dengan sistem yang mulia dan memuliakan, yaitu sistem Islam. Wallahu a’lam bishshawab

0 KOMENTAR

 

Kirim Suara Pembaca

Silakan kirim suara pembaca melalui form berikut ini.Tidak semua surat yang masuk ditayangkan di ROL. Redaksi mengutamakan surat yang ditulis dengan baik disertai identitas yang jelas, berupa foto diri dan scan KTP/kartu identitas lain.Semua kolom harus diisi.