Senin , 09 February 2015, 13:03 WIB

Surat Terbuka untuk Menteri Keuangan dan Gubernur BI

Pengirim : Pandu Syaiful
Buku tabungan (Ilustrasi)

Saya ingin mendapat pencerahan dari Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia. Apakah etis, atau apakah halal, jika uang nasabah bisa habis jika menyimpan uang di sebuah bank?

Kita baca di berbagai media, di setiap penutupan buku akhir tahun, lembaga-lembaga perbankan pada mengumumkan keuntungannya. Ada yang ratusan milyar. Ada yang Triliyunan keuntungan mereka. Ini tidak masalah. yang namanya usaha, pasti mengharapkan keuntungan.

Yang jadi masalah adalah, jika saldo nasabah sudah di ambang batas minimal. Setiap bank berbeda jumlah saldo minimalnya. Ada yang Rp 50.000,00 ada yang Rp 100.000,00

Saya menilai hal ini tidak pantas dan tidak halal dilakukan oleh dunia perbankan. Memang ada biaya administrasi, tetapi mestinya, setiap nasabah yang sudah "kere", tak lagi punya uang, idealnya rekeningnya dibebaskan dari biaya administrasi. Tanpa menutup bukunya. Nanti bila nasabah ingin menabung lagi, dihidupkan lagi rekeningnya. Jika nasabah ingin menutup buku rekeningnya, saldo minimalnya tetap bisa diambil. Tanpa "dipalak" satu sen pun oleh penyelenggara perbankan.

Pantaslah para pekerja perbankan bertebaran mencari nasabah dengan iming-iming hadiah. Walau hanya menabung dengan jumlah Rp 50.000,00. Nasabah akan diikutkan dalam undian tertentu dengan hadiah menggiurkan. Tetapi jika nasabah ingin menutup buku tabungannya, uang tabungan dengan jumlah yang ditentukan tidak bisa lagi diambil.

Itu artinya, setiap nasabah telah terjebak dalam upaya memperbesar modal sebuah bank. Dengan jumlah nasabah 1 juta orang saja, dengan simpanan Rp 50.000,00 sebuah bank telah mendapat suntikan modal sejumlah Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh milyar). Mohon pencerahan Pak Menkeu dan
Pak Gubernur BI!

0 KOMENTAR

 

Kirim Suara Pembaca

Silakan kirim suara pembaca melalui form berikut ini.Tidak semua surat yang masuk ditayangkan di ROL. Redaksi mengutamakan surat yang ditulis dengan baik disertai identitas yang jelas, berupa foto diri dan scan KTP/kartu identitas lain.Semua kolom harus diisi.