Rabu , 19 November 2014, 12:52 WIB

Pasar Cisalak yang Tak Pernah Sepi Pengunjung

Pengirim : cindev meliala
Pasar Cisalak pasca kebakaran 2013

Tempat dimana terjadinya tawar menawar secara langsung dengan segala keadaan seperti lumpur hitam, bau amis ikan, daging, juga buah busuk dan becek bukan hal yang luar biasa bagi para penjual pasar.

 

Pasar tradisional cisalak tepatnya di cimanggis kota depok ini telah beroperasi selama kurang lebih 20 tahun yang lalu. Pasar cisalak selalu berkembang setiap tahunnya terlihat dengan semakin banyaknya penjual dan semakin padatnya pembeli yang berlalu lalang demi menjalankan sistem jual-beli dan tawar menawar yang seharusnya.

 

Aktifitas pasar tradisional terlihat sibuk ketika waktu sudah menunjukkan pukul 24.00 hingga pukul 5 subuh. Para pedagang sayur-sayuran dan buah-buahan mengambil stock yang sudah disediakan distributornya di pasar induk jakarta timur karena jaraknya tidak terlalu jauh dari cisalak. “kegiatan di pasar sebenarnya dimulai tengah malam ketika orang-orang tertidur nyenyak, kami harus menyiapkan dagangan kami” Ujar samini penjual ikan laut sambil menumpukkan ember ke atas mobil pick up untuk dibawa ke pasar induk.

 

Sekitar pukul 2 pagi para pedagang sayuran, buah-buahan, bumbu dapur, dan ikan mulai menurunkan barang-barang dagangannya dari mobil pick up yang mengangkut barang-barang tersebut. Sambil menghitung stock barang dagang mereka masing masing ada saja pembeli yang sengaja datang ke pasar dini hari untuk menghindari keramaian pasar saat pagi hari. “lebih praktis belanja sesubuh ini mba tidak ramai karena kan suami dan anak-anak saya berangkat pagi semua jadinya saya menyiapkan sarapan dan bekal mereka pagi hari sehingga tidak ada waktu lagi untuk ke pasar selain dini hari ini” ujar ibu dini 32th sambil memilih sayur sawi hijau.

 

Selama 20 tahun pasar cisalak terus berkembang dengan menambahkan kios-kiosnya menjadi 2 bagian kios lama dan kios baru yang letaknya saling bersebrangan. Samini salah satu dari penjual ikan laut dan ikan tawar yang menyewa kios baru di lantai paling bawah rumpun ikan basah menyatakan bahwa “jualan ikan di pasar cisalak memang sangat menguntungkan karena pembeli dari berbagai daerah rela datang kesini karena hargaya yang terjangkau” Ujar samini sambil menyirami ikan-ikan dagangannya. samini harus bangun lebih awal dari orang biasanya, pukul 02.00 pagi ia sudah harus menempuh jarak yang tergolong jauh dari tempat tinggalnya.

 

Kesulitan yang dialami samini dan pedagang-pedagang lainnya adalah ketika kejadian mei 2013 silam. Kios baru begitu julukan kebanyakan orang sekitar mengalami kebakaran pada malam hari ketika para pedagang sedang bersiap-siap ke pasar induk. Diduga kebakaran tersebut dikarenakan arus pendek listrik pada suatu kios sepatu yang lumayan besar dibanding kios-kios lainnya.

 

Pada malam hari 2013 silam para pedagang histeris melihat barang dagangan mereka yang masih berada di kios dimakan oleh marahnya si merah. Beberapa pedagang bahan sandang buru-buru menyelamatkan barang dagangannya yang bisa diselamatkan. Marahnya si merah kemudian dipadamkan dengan bantuan 4 mobil pemadam kebakaran. Kerugian yang sangat memang dirasakan oleh para pedagang yang kehilangan barang-barang dagangannya.

 

Saat itu pasar cisalak terlihat sepi selama 1 bulan karena kejadian marahnya di merah, kejadian itu membuat para pedagang berhenti sementara berdagang. Namun tak hanya diam para pedagang memanfaatkan setiap lahan kosong yang tersisa di pasar cisalak seperti lahan parkir kendaraan dan pemkot depok kemudian melebarkan lahan pasar penampungan cisalak.

 

Sebulan setelah kejadian tersebut pasar penampungan cisalak kembali ramai dan semakin padat karena para pelanggan setia kebingungan mencari langganannya. Lahan parkir yang luas akhirnya digunakan pedagang ikan, daging dan juga sayuran yang kiosnya dilalap api, para pembeli kesulitan memarkirkan kendaraan mereka sehingga keadaan semakin ramai dan padat.

 

Pasar Cisalak cukup aman untuk melakukan jual beli, sebab petugas keamanan selalu berkeliling untuk memantau keadaan pasar. Walaupun Pasar Cisalak tergolong pasar tradisional, keamanannya sangat terbukti dan harga jual beli pun sangatlah murah. Pasar Penampungan Cisalak tidak akan pernah sepi dikunjungi pembeli, bagaimana tidak? Sebab di sini adalah tempat orang melangsungkan jual beli sekaligus tempat orang mencari rezeki. Jadi tidak heran jika Pasar Penampungan Cisalak selalu dibanjiri ratusan orang, bahkan ojeg dan kuli panggul pun kerap terlihat di sekeliling Pasar Penampungan Cisalak.

0 KOMENTAR

 

Kirim Suara Pembaca

Silakan kirim suara pembaca melalui form berikut ini.Tidak semua surat yang masuk ditayangkan di ROL. Redaksi mengutamakan surat yang ditulis dengan baik disertai identitas yang jelas, berupa foto diri dan scan KTP/kartu identitas lain.Semua kolom harus diisi.