Rabu 17 Aug 2016 09:38 WIB
71 Tahun Kemerdekaan

Selendang Mayang Setu Babakan, Es Jadul Khas Betawi

Rep: MGROL 78/ Red: Indira Rezkisari
Es Selendang Mayang
Foto: MGROL 78
Es Selendang Mayang

REPUBLIKA.CO.ID, Orang Betawi punya minuman dingin menyegarkan yang populer sejak tahun 1940-an. Es selendang mayang namanya.

Es selendang mayang sempat hilang dan muncul lagi pada tahun 1990-an. Cita rasa dan kesegarannya sukses menghilangkan dahaga pada saat siang hari.

Es yang sudah sulit mencari keberadaannya ini disajikan tanpa bahan pengawet. Terbuat dari tepung beras dan hunkue atau tepung dari kacang hijau.

Tepung beras dan tepung hunkue dicetak dalam bentuk kotak-kotak. Saat menyajikan kotak-kotak hijau itu sirup gula jawa dan santan. Hafid mengatakan itulah versi orisinal es selendang mayang. Sebagai variasi ia menambahkan mutiara agar lebih menarik serta tentunya es serut.

“Saya jualan es selendang mayang ini sudah 8 tahun lebih dan saya selalu membuat tanpa bahan pengawet dan saya menggunakan gula asli karena bukan hanya orang dewasa saya yang beli tapi anak-anak juga,” ucap Hafid, salah seorang penjual es selendang mayang di Setu Babakan, Jakarta.

Es selendang mayang Bang Hafid ini dibanderol Rp 8.000 per gelas. “sekarang saya pakai gelas plastik karena kalau pakai mangkok kaya dulu nggak ketauan habis makan pembeli mangkoknya nggak dikembalikan lagi,” ujarnya.

Es selendang mayang ini dapat ditemukan di perkampungan Betawi Setu Babakan. Hafid mengatakan sebagai kawasan pelestarian budaya Betawi es selendang mayang harus ada untuk mengenalkan budaya setempat.

“Untuk menjaga budaya Betawi saya terus berjualan es selendang mayang ini di sini, saya generasi ke enam berjualan es selendang mayang ini,” tutup Hafid.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement